Pikiran melayang minta diikuti
Akal berontak minta disetujui
Bayangan datang minta ditanggapi
Pikiran diikuti...dapat capek tak dicari
Akal disetujui...penuh tanya timbul sendiri
Bayangan ditanggapi...datang yang lain silih berganti
Pikiran punya potensi
Akal punya harga diri
Bayangan menjajakan diri
Pikiran tak bisa dipungkiri
Akal jangan diakhiri
Bayangan jangan dibuat mati
Susah DIAMKAN pikiran jangan buat undur diri...
biarkan datang untuk “diacuhi”
Susah DIAMKAN akal jangan buat patah hati...
biarkan datang untuk “diacuhi”
Susah DIAMKAN bayangan jangan buat sedih hati..
biarkan datang untuk “diacuhi”
Rasa merinding bisa datang, bisa juga berupa lapang
Getar halus bisa menghadang bahkan juga rasa tenang
Jangan ikut terbawa melayang..walaupun cahaya terang benderang
Laisa kamistlihi syaiun jadikan utami
Kukuhkan sekuat hati
Yakinkan dengan pasti
Ingatlah sedang menempa diri
Tidak bisa langsung jadi
Agar kita tahu diri dan juga menjadi saksi
Jangan ingin didahulukan
Itu bisa menyesatkan
“Setiap keinginan adalah nafsu”, teringat petuah sang kawan.
Jangan ingin segera menjadi , apalagi merasa sudah mencari, itu namanya tak tahu diri
Terbuka hijab jangan kau kejar,
itu namanya kurang ajar....
Ingatlah..ingatlah..sedang menempa diri,
tak bisa langsung jadi..
InsyaAllah...semoga “tahu diri” dan “menjadi saksi”.
-XaNaNa-
original: E[ste]tika Suluk | Muxlimo's Lair http://muxlimo.blogspot.com/2012/12/etika-estetika-suluk.html#ixzz2EvEVDbEW
Follow us: @MUXLIMO on Twitter | Muxlimo on Facebook
Kamis, 13 Desember 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar